Seputar Fotografer

Hmm
Fotografer,

kalo dengar kata ajaib itu, akan terlintas seseorang dengan kamera gede hitam berlensa yang juga gede menggantung di lehernya, jalan celingak-celinguk cari mangsa, lalu tiba2 bertekuk sebelah lutut kalo lagi ngebidik pemandangan bagus.

well, ga semua fotografer kaya gitu. Sebuah artikel yg sempet gw baca mangangkat tema orang yang mempertanyakan nilai kemanusiaan seorang fotografer, yang mengambil gambar korban tsunami Aceh tahun 2004 silam, tertindih reruntuhan bangunan, dan bahkan mayat-mayat yang bergeletakan di atas tanah yang dulunya berdiri kompleks perumahan.

yang dipertanyakan; "apakah fotografer itu ga punya rasa kemanusiaan? membiarkan seseorang terperangkap di bawah bangunan, atau membiarkan mayat bergelimpangan, tanpa membantu mengangkat reruntuhan itu atau membawa mayat2 ke tenda pengungsian terdekat?", well some sort like that, krena gw dah lupa apa yang tertulis disana, sudah ada satu taon kali..

proceed on, memang seorang fotografer kadang dilanda dilema, jika menghadapi situasi bencana seperti ini. Tapi, demi rasa profesionalitas dalam pekerjaan, mereka terus melakukan jepretan demi jepretan kamera mereka, membidik subjek yang tak berdaya.

Sounds cruel, immoral or sumthing like that. But, sebenarnya mereka melakukan pekerjaan yang mulia, yaitu memberi tahukan dunia, dengan foto2 bisu mereka, tentang keadaan suatu tempat. Foto2 mereka seolah berkata 'inilah yang terjadi disini, sementara engkau berpesta pora, banyak orang yang dilanda derita, sadarlah!!'.

Para fotografer juga pasti, merasakan sakit yang mendalam selama membidik subjek tak berdaya mereka, namun, sekali lagi demi profesionalitas dan demi memberitahukan dunia apa itu kebenaran, mereka menekan shutter mereka, bahkan tidak sedikit diakhiri dengan air mata.

yah, mungkin kalo gw yang cerita, hal2 diatas tak berarti apa2, karena gw belum pernah merasakannya secara langsung. Gw gak mendapat feel yang mendalam akan apa yang sesungguhnya dirasakan para fotografer. Tapi, gw berharap anggapan2 miring yang mempertanyakan 'nilai kemanusiaan' seorang fotografer, akan hilang, digantikan dengan mulai dihargainya seorang fotografer dalam meneruskan informasi ke seluruh belahan dunia. Sekali lagi, gw salut sama yang namanya fotografer :D

well skian dulu post kali ini, jika ingin menyaksikan jepretan demi jepretan camdig gw dan tman gw, klik disini, tentu saja seputar kegiatan sekolah kami ^^

well, look forward for the next posts..

0 comments: